Rabu, 21 Juli 2021

Cara Menemukan Gagasan Pokok dan Pendukung

Pengertian Gagasan Pokok / Gagasan Utama / Ide Pokok
Gagasan pokok adalah ide atau hasil pemikiran utama dalam sebuah paragraf. Karena paragraf adalah kumpulan dari banyak kalimat, maka setiap paragraf pasti memiliki gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Baik gagasan pokok ataupun gagasan pendukung, sama-sama disajikan dalam bentuk kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan pokok disebut sebagai kalimat utama sedangkan kalimat yang mengandung gagasan pendukung disebut sebagai kalimat penjelas. Perlu dicatat bahwa dalam 1 paragraf hanya terdapat 1 gagasan pokok.

Sekarang yuk kita mengenal nama-nama lain yang biasanya digunakan untuk menyebut gagasan pokok :

Gagasan Utama
Ide Pokok atau Ide Utama
Pikiran Pokok atau Pikiran Utama
Inti Paragraf atau Inti Masalah
Topik Utama
Cara Menemukan Gagasan Pokok / Utama
Dari banyak nama yang biasa digunakan untuk menyebut gagasan pokok, kita juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi karakteristik dari gagasan pokok. Karena dengan mengetahui karakteristiknya kita bisa dengan mudah menemukan gagasan pokok yang sedang kita cari. Berikut adalah ciri-cirinya :

Mendominasi bahasan dalam paragraf
Topik utamanya bisa dijelaskan secara terperinci lewat kalimat-kalimat penjelas
Jika berdiri sendiri dalam satu kalimat, maka kalimat tetap memiliki arti yang jelas
Jika letaknya di akhir paragraf (paragraf induktif), maka biasanya ditekankan dengan kata kunci seperti ‘sebagai kesimpulan’, ‘oleh karena itu’, ‘yang terpenting’, ‘jadi’.
Selanjutnya adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menemukan gagasan pokok :

Baca dan cermati setiap kalimat di dalam paragraf
Identifikasi ide atau kata benda atau subjek yang mendominasi paragraf tersebut
Tentukan 1 kalimat mana yang paling cocok menjadi kalimat utama
Temukan gagasan pokok dalam kalimat utama tersebut
Selanjutnya kita masuk ke gagasan pendukung, gagasan pendukung adalah ide tambahan, uraian, atau informasi pelengkap yang disampaikan untuk menjabarkan ide pokok. Jika ide pokok hanya disampaikan dalam 1 kalimat utama, maka ide pendukung bisa disampaikan dalam banyak kalimat.

Dalam penulisan artikel atau teks apapun, setiap paragraf yang kita tulis tentunya harus memiliki keterkaitan sehingga artikel utuh memiliki alur cerita dan informasi yang jelas bagi pembaca. Jika di dalam paragraf terdapat kalimat yang ‘nggak nyambung’, tidak berhubungan, atau tidak menjelaskan gagasan pokok, maka kalimat ini disebut sebagai kalimat sumbang.

Kadangkala gagasan pokok juga diperjelas menggunakan gambar, tabel, grafik, kurva, atau bentuk infografis lainnya. Nah, kita harus mampu membuat kalimat-kalimat penjelas untuk menjabarkan gagasan pokok berdasarkan ilustrasi yang kita lihat. Perhatikan apakah ada suasana, aktivitas, atau pesan lainnya yang bisa kita gali dan kaitkan dengan gagasan pokok sehingga paragraf memiliki informasi yang utuh dan lengkap.

Pengertian Gagasan Pendukung
Nggak hanya gagasan pokok lho yang punya nama lain, gagasan pendukung juga memiliki sebutan lainnya, antara lain :

Gagasan Tambahan
Ide Pendukung atau Ide Tambahan
Pikiran Pendukung atau Pikiran Tambahan
Paragraf Penjelas
Topik Uraian
Masih tentang gagasan pendukung, karakteristik apa sih yang biasanya menempel pada kalimat-kalimat yang berisi gagasan pendukung antara lain :

Berada di dalam kalimat-kalimat yang menjelaskan gagasan pokok
Kalimatnya bisa berupa contoh, data, kronologi kejadian, atau uraian lainnya
Karena sifatnya yang rinci dan khusus, jika gagasan pendukung berdiri sendiri dalam satu kalimat, maka kalimatnya tidak bisa mencerminkan keseluruhan isi paragraf

Contoh Gagasan Pokok dan Pendukung dalam Paragraf
Nah, Readers! Setelah kita sama-sama mempelajari tentang seluk beluk gagasan, kalimat, dan paragraf, sekarang waktunya kita untuk berlatih bagaimana caranya menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam sebuah paragraf. Simaklah potongan paragraf di bawah ini, ya :

Kapal pesiar Agustine Phinisi yang dilaunching di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 23 Maret 2021 lalu diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kepulauan Seribu. Kapal yang selesai dibangun pada tahun 2020 di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini memiliki ukuran panjang 30 meter dengan menjadikan kayu jati dan kayu ulin sebagai bahan utamanya.

Kapal yang mengusung konsep live on board ini memiliki sederet paket wisata pelayaran selama 4 jam dari Teluk Jakarta, pelayaran bisa dilakukan saat waktu brunch atau sunset. Selain itu, ada juga paket one day trip dan menginap 1 atau 2 malam di atas kapal.

Kapal wisata ini memungkinkan wisatawan untuk mengadakan tour nya secara private. Pihak manajemen kapal juga menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) sesuai dengan penerapan standar dan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dari potongan paragraf di atas, apakah teman-teman bisa menemukan dimana letak kalimat utama dan kalimat penjelasnya? Serta apakah gagasan pokok dari paragraf di atas?

Mari kita jabarkan sama-sama, ya!

Kalimat utama terletak pada kalimat pertama dan kalimat berikutnya adalah kalimat-kalimat penjelas. Paragraf di atas termasuk jenis paragraf deduktif.
Gagasan pokok dalam paragraf di atas adalah Kapal pesiar Agustine Phinisi menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kepulauan Seribu.
Gagasan pendukung dalam di atas adalah seputar detail kapal, paket wisata yang ditawarkan kapal pesiar, serta protokol CHSE yang mereka miliki.

https://m.youtube.com/watch?v=h08SF9I3Geo

Pengembangan Paragraf dalam Penulisan

Pengembangan Paragraf dalam Penulisan
Setelah membahas tentang detail gagasan pokok dan gagasan pendukung, kita masuk ke ranah yang lebih luas, ya! Apakah itu? Tentunya paragraf. Karena untuk bisa mengembangkan sebuah ide atau gagasan menjadi artikel yang kompleks ataupun mencari ide atau gagasan dalam suatu artikel, maka kita harus mengenal dulu apa yang dimaksud dengan paragraf.

1. Ketahui Apa Itu Paragraf
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru) atau disebut juga dengan nama alinea.

Menurut Nurhadi dalam bukunya yang berjudul Handbook of Writing (Panduan Lengkap Menulis), mampu mengembangkan paragraf dengan baik berarti kita sudah menguasai 90% keterampilan menulis.

Mengapa? Karena jika seseorang mampu mengembangkan kumpulan kata menjadi gagasan, kumpulan gagasan menjadi kalimat, kumpulan kalimat menjadi paragraf hingga akhirnya menjadi wacana atau artikel utuh berarti ia sudah berada satu tingkat sebelum menjadi penulis yang seutuhnya.

Hal lain yang perlu diketahui penulis adalah bahwa tidak semua artikel terdiri dari banyak paragraf, misalnya teks humor yang bisa jadi hanya terdiri dari 1 paragraf saja.

Semakin banyak ide tulisan, maka semakin banyak juga paragraf yang akan dihasilkan. Tentunya seluruh paragraf harus saling berkaitan agar tujuan penulis tercapai.

Kelompok ide yang dibedakan dalam banyak paragraf juga membantu pembaca agar lebih mudah menikmati alur informasi bacaan, bayangkan jika seluruh ide dituangkan hanya dalam 1 paragraf? Mungkin pembaca akan berkata ‘rasanya mau pingsan!’.

Jadi, peran penting paragraf juga menjadi fungsi utama paragraf, ya! Yaitu memudahkan pembaca memahami teks atau artikel serta gagasan yang terdapat didalamnya. Komposisi teks yang panjang akan sangat melelahkan pembaca jika kita tidak menggunakan paragraf sebagai pembeda atau pembatasnya.

2. Kenali Kriteria Gagasan / Topik Yang Baik
Berikut ini adalah kriteria gagasan atau topik yang sebaiknya kita pilih agar membuat paragraf atau artikel enak dibaca :

Topik harus bermanfaat bagi penulis dan pembaca
Topik mampu menarik minat dan perhatian pembaca, misalnya kita bisa memilih topik yang sedang trending di kalangan masyarakat
Topik harus sesuai dengan bidang pengetahuan penulis sehingga tulisan yang dihasilkan berkualitas tinggi
Topik harus sesuai dengan tujuan penulisan
Topik-topik ini bisa kita temui melalui peristiwa aktual yang sedang terjadi, melalui resensi buku, melalui reaction terhadap tulisan orang lain, atau juga berdasarkan permintaan. Saat ini penulisan buku antologi sedang happening sekali di kalangan ibu rumah tangga. Mereka menulis sesuatu sesuai dengan topik yang sudah ditentukan oleh penerbit atau mentor penulisan mereka.

Setelah berhasil dalam memilih gagasan atau topik untuk penulisan, tahap selanjutnya adalah bagaimana cara kita menempatkan gagasan tersebut dalam sebuah paragraf ?

3. Pahami Paragraf Deduktif dan Induktif
Gagasan pokok bisa berada di awal, di tengah, atau akhir paragraf. Jika gagasan pokok berada di awal paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf deduktif.

Jika gagasan pokok berada di akhir paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf induktif. Dan jika gagasan pokok berada di awal dan akhir paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf deduktif-induktif atau paragraf campuran.

4. Mengembangkan Gagasan Menjadi Kalimat dan Paragraf
Tahap berikutnya yang juga menjadi titik krusial adalah bagaimana mengembangkan gagasan menjadi kalimat dan paragraf. Kembali ke peran penting paragraf, paragraf membantu penulis untuk mengelompokkan gagasan.

Seperti artikel yang saya buat ini, sebelum memulai tulisan saya akan menuliskan kerangka paragraf atau table of content atau list ide tulisan yang akan saya sampaikan, lalu kemudian mengelompokkannya dan mengembangkannya menjadi banyak paragraf.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat kerangka paragraf :

Tentukan topik utama artikel
Buat gagasan pokok yang akan diangkat
Buat gagasan pendukung yang akan disampaikan
Tentukan pola paragraf yang akan dipakai
Bangun keterpaduan paragraf agar setiap paragrafnya berhubungan
Nah, semoga artikel ini memberi pemahaman baru serta menambah pengetahuan bagi teman-teman Readers, ya! Untuk lebih mengasah kemampuan dalam menemukan dan mengembangkan gagasan pokok dan gagasan pendukung, teman-teman bisa mengambil potongan-potongan paragraf dari buku, majalah, koran, atau media cetak lainnya untuk dipelajari lebih lanjut. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/cara-menemukan-gagasan-pokok/amp/

Energi Bunyi dan Sifat-sifatnya

Pengertian Bunyi
Energi bunyi dan sifat-sifatnya
Bunyi adalah getaran di udara. Bunyi dapat dihasilkan dari berbagai benda dan hampir setiap makhluk hidup dapat menghasilkan suatu bunyi. Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu benda yang bergetar. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang dapat merambat melalui medium. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

Bunyi merupakan salah satu bentuk energi yang ada di dunia ini. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mendengarkan beranekaragam suara, mulai dari suara musik, kicauan burung, klakson kendaraan bermotor, suara pesawat, kereta api, dan suara orang yang sedang berbicara. Semua suara itu dapat kita dengar karena adanya sumber suara/bunyi. Alat indra yang berfungsi sebagai alat untuk mendengar bunyi adalah telinga. Bunyi memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kita. Dengan adanya bunyi, maka dunia tidak akan sepi.

Sumber Energi Bunyi
Sumber bunyi adalah semua benda atau alat yang dapat menghasilkan bunyi. Sumber bunyi dapat bergetar akibat pukulan, petikan, tiupan maupun gesekan. Sumber energi bunyi ada bermacam-macam. Manusia juga dapat menghasilkan bunyi karena mempunyai pita suara. Ketika kita berbicara, pita suara yang ada di dalam tenggorokan bergetar. Alat-alat musik juga merupakan sumber bunyi. Ada bermacam-macam cara untuk memainkan alat musik agar berbunyi. Sebagai contoh gitar dan kecapi. Alat ini dapat menghasilkan bunyi jika dawainya dipetik. Seruling dan terompet jika ditiup akan menghasilkan bunyi.

Sebagian besar alat musik dilengkapi resonator. Resonator merupakan ruang udara yang berfungsi untuk memperkuat bunyi. Alat musik yang dilengkapi resonator antara lain gitar dan biola. Ketika senar pada gitar dipetik, akan terjadi getaran pada senar tersebut. Adanya getaran senar menyebabkan bergetarnya udara di dalam kotak gitar. Peristiwa ini disebut resonansi. Resonansi inilah yang menyebabkan bunyi menjadi lebih kuat. Resonansi adalah bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain.

Bunyi akan terdengar kuat ketika kita berada di dekat sumber bunyi. Bunyi terdengar semakin melemah jika kita menjauhi sumber bunyi. Bunyi yang dihasilkan berbagai benda ada yang kuat, lemah, melengking, atau bernada rendah. Tinggi rendanya bunyi ditentukan oleh frekuensi. Kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh amplitudo. Banyaknya getaran per detik disebut frekuensi. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Semakin banyak getaran berarti frekuensinya semakin besar, akibatnya bunyi yang dihasilkan terdengar tinggi.

Informasi tambahan yang berhubungan dengan bunyi
1. Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur.
2. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
3. Warna bunyi (timbre) adalah bunyi yang frekuensinya sama tetapi terdengar berbeda.
4. Dentum adalah bunyi yang amplitudonya sangat besar dan terdengar mendadak.

Berdasarkan kuat lemahnya atau frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

Infrasonik
Infrasonik adalah bunyi yang sangat lemah. Jumlah getaran bunyinya kurang dari 20 getaran per detik. Kita tidak dapat mendengarkan bunyi ini. Hanya hewan-hewan seperti jangkrik, angsa, anjing dan gajah yang dapat mendengarkannya.

Audiosonik
Audiosonik adalah jenis bunyi yang dapat kita dengar. Jumlah getaran bunyinya berkisar antara 20 sampai 20.000 getaran per detik.

Ultrasonik
Ultrasonik adalah bunyi yang sangat kuat, di atas audiosonik. Jumlah getaran bunyinya lebih dari 20.000 getaran per detik. Bunyi ini juga tidak dapat kita dengar. Hewan yang dapat menangkap bunyi ini, misalnya kelelawar dan lumba-lumba.

Sifat-Sifat Bunyi
Energi bunyi mempunyai sifat dapat berpindah ke tempat lain dengan cara merambat melalui media tertentu. Selain itu bunyi juga dapat dipantulkan dan diserap.
  
1. Bunyi Dapat Merambat Melalui Zat Padat, Zat Cair, dan Gas
Getaran bunyi merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi yang merambat disebut gelombang bunyi. Gelombang bunyi dapat merambat melalui zat padat, cair, dan gas. Bunyi dapat merambat melalui benda padat. Perambatan bunyi melalui benda padat dapat kita temukan pada mainan. Misalnya mainan telepon-teleponan.

Perambatan bunyi melalui benda cair dapat kita temukan ketika dua batu diadu di dalam air maka bunyi yang ditimbulkan dapat kita dengar.

Perambatan berlangsung paling cepat melalui udara. Bunyi tidak dapat terdengar di ruangan yang hampa udara, misalnya di angkasa luar. Seorang astronaut tidak dapat mendengarkan suara astronaut yang lain tanpa menggunakan alat bantu. Mereka dapat bercakap-cakap dengan bantuan komunikasi radio. Jadi, bunyi dapat merambat jika ada zat perantara yang dilaluinya. Makin rapat atau padat medium perantara, kecepatan rambat bunyi makin besar.

2. Bunyi Dapat Diserap dan Dipantulkan
Bunyi dapat mengalami pemantulan (refleksi), ini karena bunyi merupakan gelombang longitudinal. Ketika merambat ke tempat lain, bunyi dapat mengenai benda-benda di sekitarnya. Bunyi yang mengenai permukaan suatu benda dapat dipantulkan ataupun diserap. Jika bunyi mengenai dinding, akan dipantulkan. Oleh karena itu, bunyi tersebut mengalami pemantulan. Biasanya benda yang keras, rapat, dan mengkilat bersifat memantulkan bunyi.

Berdasarkan jarak sumber bunyi dan dinding pemantul, maka bunyi pantul dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a. Bunyi pantul memperkuat bunyi asli 
Yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat bunyi asli. Biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya tidak begitu jauh (kurang dari 10 meter)

b. Gaung 
Adalah bunyi pantul yang terdengar kurang jelas atau tidak sejelas bunyi aslinya. Gaung terjadi karena bunyi pantul bercampur dengan bunyi asli. Akibatnya, bunyi pantul ini mengganggu pendengaran. Gaung biasanya terjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter. Gaung dapat terjadi di dalam gedung bioskop, gedung konser, atau gedung pertemuan. Oleh karena itu, untuk meniadakan gaung pada gedung bioskop atau gedung pertemuan perlu dipasangi bahan peredam bunyi.

c. Gema 
Adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terdengar jelas seperti bunyi aslinya. Gema terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul bunyi cukup jauh. Biasanya terjadi pada jarak lebih dari 20 meter. Gema akan terjadi jika kita berteriak di tengah-tengah stadion sepak bola atau di lereng bukit. Jenis bunyi pantul lain adalah bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. Sifat bunyi pantul ini yaitu memperkuat bunyi asli. Contohnya suara kita ketika bernyanyi di dalam kamar mandi.

Benda-benda yang dapat menyerap bunyi dinamakan peredam bunyi. Bahan peredam bunyi misalnya styrofoam atau gabus, busa, dan karpet. Bahan-bahan ini banyak dipasang pada dinding sebelah dalam ruangan studio musik ataupun studio rekaman. Dengan dilapisi peredam bunyi, suara musik yang keras tidak terdengar dari luar studio. Selain itu, pemasangan peredam bunyi juga untuk menghindari terjadinya gaung.

3. Bunyi dapat dibiaskan
Salah satu sifat gelombang yang juga berlaku pada bunyi adalah mengalami pembiasan (refraksi). Contohnya adalah fenomena petir yang terdengar lebih keras pada malam hari dibanding siang. Ini karena suhu udara atas pada siang hari lebih dingin dibanding suhu udara bawah. Sementara pada malam hari sebaliknya.

4. Bunyi termasuk gelombang longituginal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar/sama dengan arah getarnya.

5. Gelombang bunyi mengalami pelenturan
Gelombang bunyi dapat mengalami pelenturan (difraksi) dengan mudah.karena gelombang bunyi di udara memiliki panjang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Gelombang yang panjang itu akan lebih mudah mengalami difraksi.

6. Bunyi atau gelombang bunyi mengalami perpaduan
Bunyi juga dapat mengalami perpaduan (interferensi) yang dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Contohnya ketika kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian.

Manfaat Gelombang Bunyi
Beberapa manfaat gelombang bunyi dalam hal ini adalah pantulan gelombang bunyi adalah :
Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut disini yang digunakan adalah bunyi ultrasonik.
Mendeteksi janin dalam rahim, biasanya menggunakan bunyi infrasonik.
Mendeteksi keretakan suatu logam dan lain-lain.
Diciptakannya speaker termasuk manfaat dari bunyi audiosonik.
Demikianlah pembahasan tentang Energi Bunyi, Sumber Energi Bunyi dan Sifat-sifat Bunyi. Semoga bermanfaat.

Bunyi dan Sumber Bunyi

Bunyi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, contohnya adalah musik. Musik dihasilkan dari berbagai alat musik yang dimainkan dengan cara berbeda-beda.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis musik dan alat musik. Setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Alat musik dapat dimainkan dengan ditiup, dipukul, digesek, digetarkan, dan dipetik. Musik yang dihasilkan juga beragam bunyinya.

Syarat terdengarnya bunyi ada tiga, yaitu adanya sumber bumi, ada media atau perantara, dan ada pendengar.

Bunyi adalah gelombang mekanis longitudinal yang bisa didengar manusia melalui sensor bunyi berupa gendang telinga.

Bunyi dapat didengar manusia karena bergetar melalui udara. Getaran merambat sebagai gelombang longitudinal, ditangkap oleh daun telinga kemudian menggetarkan gendang telinga.

Sumber bunyi adalah semua benda yang menghasilkan bunyi karena benda tersebut bergetar. Benda tersebut bergetar sehingga udara di sekitarnya juga begetar.

Contohnya, gitar yang dipetik senarnya. Senar bergetar, kemudian menggetarkan pertikel udara di rongga gitar sehingga menghasilkan bunyi.

Berikut ini macam-macam sumber bunyi dan contohnya di kehidupan sehari-hari:

Ditiup
Contohnya suling, terompet, dan harmonika. Cara kerjanya dengan meniup suling, sehingga menggetarkan udara pada rongga suling dan getaran tersebut menghasilkan bunyi.

Baca Juga: Flash Sale mulai Rp8 di Lazada 8.8 Sale, Jadi Seru di Rumah![PR]

Dipetik
Contohnya kecapi, gitar, ukulele, harpa, dan sasando. Cara kerjanya dengan memetik senar kecapi. Senar bergetar sehingga menggetarkan udara disekitarnya dan menghasilkan bunyi.

Baca Juga: Jadwal Acara Trans TV dan Trans 7 Hari Ini, Senin, 23 November 2020  

Dipukul
Contohnya tifa, gendang, gamelan, kenong, dan kulintang. Cara kerjanya dengan memukul permukaan kulit gendang, sehingga menimbulkan getaran dan menghasilkan bunyi.


Digetarkan
Contohnya adalah angklung. Cara kerjanya, angklung digetarkan sehingga menimbulkan getaran dan menghasilkan suara.

Digesek
Contohnya biola, harpa, rebab, dan bass betot. Cara kerjanya dengan biola digesek sehingga menimbulkan getaran pada senar dan getaran tersebut menghasilkan bunyi.

Semoga bermanfaat.***

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampi1/Sumber-Bunyi-2016/story_html5.html



Jumat, 02 Oktober 2020

Bagian-bagian Tumbuhan Beserta Fungsinya

Tumbuhan juga mempunyai bagian-bagiannya. Pada tumbuhan ada bagian-bagian seperti akar, batang, daun dan juga bunga. Setiap bagian pada tumbuhan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. A. Akar Akar adalah bagian tumbuhan yang tertanam di dalam tanah (biasannya). Tumbuhan memerlukan akar untuk hidup. Bagian akar ini terdiri atas rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Rambut akar berfungsi sebagai tempat masuknya zat-zat makanan dan juga air. Sementara tudung akar berfungsi sebagai pelindung bagi akar saat menembus tanah. Baca Juga : Akar Tunggang dan Akar Serabut 1. Ciri-ciri akar: [ Akar adalah bagian tumbuhan yang berada didalam tanah [ Akar tumbuhan memiliki pertumbuhan yang mengarah ke inti bumi [ Akar biasanya tumbuh menuju ke arah sumber air, menjauhi sumber cahaya dan udara. [ Akar tidak memiliki ruas, sisik, daun, tidak berbuku-buku. [ Akar biasanya berwarna putih atau kekuning-kuningan. [ Akar berbentuk lancip ke bagian ujung untuk mempermudah tumbuh di dalam tanah. 2. Jenis-jenis Akar a. Akar serabut Akar serabut lebih banyak dimiliki pada Tumbuhan jenis Monokotil, seperti pada tumbuhan Tebu, padi, jagung dan lainnya, dan sebagian tumbuhan jenis Dikotil yang memiliki akar serabut. b. Akar Tunggang Akar Tunggang umumnya terdapat pada Tumbuhan jenis Dikotil. Seperti pada tumbuhan jeruk. c. Akar nafas Akar nafas tumbuh dari bagian bawah batang tumbuhan, berada didalam tanah dan sebagian muncul diatas permukaan tanah dan berfungsi sebagai tempat masuknya udara untuk pernafasan tumbuhan, akar ini terdapat pada tumbuhan pandan dan bakau. d. Akar hisap Akar hisap biasanya dimiliki oelh tumbuhna jenis parasit yang menumpang hidup pada tumbuhan lain, seperti benalu. e. Akar lekat Akar lekat biasanya tumbuh di sepanjang batang tumbuhan, dan berfungsi untuk memanjat atau menempel pada benda lain, seperti pada tumbuhan Sirih. f. Akar gantung Akar gantung ini tumbuh dari bagian atas batang tumbuhan dan menjulur ke arah tanah. Akar gantung berfungsi untuk menyerap uap air dan udara, seperti pada tumbuhan pohon beringin.

Senin, 28 September 2020

Pengertian Wawancara, Teknik, Langkah , Metode, Jenis, Ciri, Tujuan

Wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data Wawancara Pengertian Wawancara Wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal. Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan. Narasumber adalah orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara. Narasumber juga biasa disebut dengan informan. Orang yang bisa dijadikan sebagai narasumber adalah orang yang ahli di bidang yang berkaitan dengan imformasi yang kita cari. Menurut Para Ahli Charles Stewart dan W.B. Cash Wawancara adalah proses komunikasi dipasangkan dengan tujuan serius dan telah ditentukan dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab. Robert Kahn dan Channel Wawancara adalah pola khusus dari interaksi dimulai secara lisan untuk tujuan tertentu, dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik, dengan proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubungannya secara berkelanjutan. Koentjaraningrat Wawancara adalah cara yang digunakan untuk tugas tertentu, mencoba untuk mendapatkan informasi dan secara lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi tatap muka. Lexy J. Moleong Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang mengajukan pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu). Denzig Wawancara dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka percakapan di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain. Lexy J Moleong (1991:135) Menjelaskan bahwa wawancara dengan tujuan percakapan tertentu. Dalam metode ini peneliti dan responden berhadapanlangsung (tatap muka) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan mendapatkandata tujuan yang dapat menjelaskan masalah penelitian. Sutrisno Hadi ( 1989:192 ) Wawancara adalah proses pembekalan verbal, di mana dua orang atau lebih untuk menangani secara fisik, orang dapat melihat mukayang orang lain dan mendengarkan suara telinganya sendiri, ternyata informasi langsung alatpemgumpulan pada beberapa jenis data sosial, baik yang tersembunyi (laten) atau manifest. Ankur Garg Seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bila dilakukan oleh orang-orang yang mempekerjakan calon / kandidat untuk posisi, jurnalis, atau orang-orang biasa yang mencari tahu tentang kepribadian seseorang atau mencari informasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Verbal Dan Nonverbal (Contoh, Ciri, Faktor Juga Fungsinya) Bentuk wawancara Bentuk-bentuk wawancara antara lain: Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon. Wawancara pribadi. Wawancara dengan banyak orang. Wawancara dadakan / mendesak. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya. Jenis Wawancara Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu: Wawancara bebas Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali. Wawancara terpimpin Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci. Wawancara bebas terpimpin Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar. Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut: Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak. Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden. Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya. Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah. Jenis-jenis wawancara 1).Wawancara serta merta Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa pertanyaan panduan. 2). Wawancara dengan petunjuk umum Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu. 3). wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan. dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan. Tahap Tahap Wawancara 1). Tahap Persiapan a. Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara). b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata. c. Menentukan dan menghubungi nara sumber. d. Menyusun daftar pertanyaan. 2). Tahap Pelaksanaan a. Mengucap salam b. Memperkenalkan diri. c. Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara. d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur. e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara. f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi. 3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut. a. Tema atau topik wawancara. b. Tujuan atau maksud dari wawancara. c. Identitas narasumber. d. Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi. Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung a. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya. b. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya. c. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya. d. Memotong pembicaraan narasumber. e. Bersikap lebih pandai dari narasumber. Syarat wawancara Syarat-syarat wawancara di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Ada pewawancara atau wartawan 2. Ada narasumber atau orang yang diwawancarai 3. Ada bahan yang di pertanyakan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berwawancara adalah sebagai berilut: 1. Menentukan topik wawancara 2. Menetapkan narasumber 3. Menulis daftar pertanyaan 4. Merencanakan kegiatan wawancara 5. Mengidentifikasi pernyataan yang tepat untuk pendahuluan wawancara 6. Membuat janji dengan narasumber dan mengawali kegiatan wawancara 7. Menyempurnakan pernyataan untuk menutup wawancara 8. Melaksanakan wawancara Persiapan seorang wawancara Persiapan seoarang pewawancara antaralain sebagai berikut: 1.Sebelum melakukan wawancara seroang pewawancara sebaiknya menyusun daftar pertanyaan serang pewawancara harus memiliki pengetahuan seputar hal-hal yang akan di wawancarai 2.Ketika melakukan wawncara bersikaplah sopan dan jangan memojokkan narasumber 3. Jadilah pendengar yang baik, jangan mengulang pertanyaan 4.Catatlah hal-hal pokok/penting dari hasil wawancara 5.Rangkumlah hasil wawancara, dan janganlah menulis yang bukan hal-hal pokok/penting dari berita jadikanlah sebagai bahan menulis berita Kerangka wawancara Kerangka wawancara adalah segala hal yang berisi atau menyangkut kegiatan wawncara seperti 1. Topik wawancara 2. Calon narasumber 3. Pokok-pokok isi pertanyaan Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Jenis-Jenis Pranata Sosial Beserta Cirinya Lengkap TUJUAN WAWANCARA Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasidi mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. LANGKAH WAWANCARA Menentukan topik wawancara Menentukan tujuan wawancara Menyusun daftar pertanyaan Menentukan narasumber Melakukan wawancara Mencatat pokok-pokok wawancara Menyusun laporan wawancara SAAT WAWANCARA Memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan wawancara Menyebutkan nama narasumber dengan benar Bersikap sopan terhadap narasumber Pertanyaan harus sesuai dengan tema Hindari pertanyaan yang berbelitdan membingungkan Jadilah pendengar yang baik saat wawancara Jangan berdebat dengan narasumber Mencatat semua informasi penting untuk mepermudah dalam membuat laporan Mengucapkan terima kasih bila wawancarai telah selesai ETIKA WAWANCARA Identifikasi diri dengan menyebutkan nama Jelaskan tujuan dan topic wawancara Datanglah tepat waktu yang dijanjikan Memperhatikan penampilan , termasuk cara berpakaian Bersikap sopan , satun , dan ramah Menggunakan Bahasa yang komunikatif LAPORAN WAWANCARA Topik Narasumber Tujuan wawancara Tempat wawancara Tanggal wawancara Informasi hasil wawancara Kesimpulan Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar pertanyaan untuk melakukan wawancara: Tentukan topic wawancara dan nara sumber yang akan diwawancarai. Tanyakan informasi yang ingin didapat dari narasumber secara singkat sesuai dengan topik dan narasumber. Berbicaralah dengan bahasa yang sopan dan santun. Hindari pertanyaan yang menyinggung narasumber. Cara melakukan wawancara Tentukan topik dan narasumber yang akan kamu wawancarai. Susunlah daftar pertanyaan yang akan kamu tanyakan kepada narasumber sesuai dengan topic yang kamu tentukan. Lakukan wawancara sederhana sesuai dengan daftar pertanyaan yang kamu buat dengan narasumber. Gunakan bahasa Indonesia yang santun, baik, dan benar. Catatlah semua informasi yang kamu peroleh. Untuk penilaian catatlah informasi tersebut dalam bentuk laporan. Serahkan laporan pada gurumu untuk dinilai. Bentuk Wawancara Bentuk-bentuk wawancara antara lain: Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon. Wawancara pribadi. Wawancara dengan banyak orang. Wawancara dadakan / mendesak. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh sikap wawancara selain jurnalis juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup juga dibentuk oleh isu-isu dan informasi tentang materi pelajaran baik oleh pembicara dan wartawan. Teknik Wawancara Wawancara merupakan salah satu cara pengumpulan data,sedangkan pengumpulan data antara lain ada 3,yaitu: Metode pengmatan secara langsung Metode dengan menggunakana pertanyaan(wawancara) Metode khusus Dalam pembagian diatas,dasar pembagian adalah sampai berapa jauh si pengambil data langsung atau tidak langsung bergaul sampai dengan subjek penelitian Perbedaan wawancara dengan dengan percakapan sehari-hari: Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal Responden selalu menjawab pertanyaan Pewawancara selalu bertanya Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban tetapi harus selalu bersikap netral Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumya pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide Wawancara merupakan proses interakasi anatara pewawancara dan responden.walaupaun bagi pewawancara proses tersebuta adalah satu bagian dari langkah-langkah dalam penelitian,tetapi belum tentu bagi responden ,wawancara adalah langkah dalam penelitian,tetapi belum tentu bagi responden,wawancar adalah bagian dari penelitian. andaikata pewawancara dan responden menganngap bahwa wawancara adalah bagian dari penelitian,tetapi sukses tidakanya pelaksanaan wawancara bergantung sekali dari proses interaksi yang terjadi.Suatu hal yang piling penting dari proses interaksi yang terjadi adalah wawasan dan pengertian(insight) Masalah isyarat-isyarat yang berada di bawah persepsi(subliminal cues) sukar dikenali karena antara pewawancara dan responden belum saling mengenal.Karena itu pewawancara sedapat mungkin dapat memperbaiki wawasan atau pengertian dalam interaksi,antara lain: Siaga terhadap banyak isyarat dan mencoba isyarat tertentu Memcoba membawa isyarat tersebut ke batas yang diberi makna Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 25+ Contoh Surat Pengunduran Diri (Resign) Yang Baik Dan Benar Metode Wawancara A. MASA PERSIAPAN Sebelum peneliti melaksanakan tugas lapangan, beberapa hal harus sudah dipersiapkan terlebih dahulu dengan masak. Sudah ditentukan metode sampling apa yang akan ditempuh. Syarat-syarat responden sudah ditentukan. Sudah ditetapkan cara mencari ganti (subtitusi) responden yang karena sesuatu hal tidak dapat ditemui. Kuesioner sudah disusun dengan baik dan sudah ditentukan bahasa apa yang akan dipakai. Bila akan menggunakan bahasa daerah, dapat ditempuh dua cara: pertama, terjemahan kuesioner sudah selesai dikerjakan; kedua, terjemahan dikerjakan oleh seluruh pewawancara secara “gotong-royong”, yaitu secara bergiliran pewawancara menerjemahkan pertanyaan demi pertanyaan. Sesudah itu, hasil terjemahan diperbaiki oleh peneliti, dan selanjutnya diperbanyak untuk dibagikan kepada semua pewawancara sebagai pedoman menyampaikan pertanyaan. Keuntungan cara yang kedua ini ialah pewawancara lebih menghayati isi tiap pertanyaan, karena mereka ikut terlibat dalam pemikiran terjemahannya. Jadwal latihan untuk pewawancara direncanakan dengan seksama. Organisasi lapangan dan jadwal harian di lapangan di susun. Orientasi lapangan dilakukan oleh peneliti dan tempat tinggal yang cocok ditetapkan. B. MASA LATIHAN Latihan wawancara diadakan untuk memberika bekal keterampilan kepada wawancara untuk mengumpulkan data dengan hasil baik. Karena tidak ada ukuran standar untuk survei ataupun pewawancara, maka tak ada pula program latihan yang baku. Sifat, materi dan lamanya program latihan disesuaikan dengan kebutuhan survai yang akan dilakukan. Misalnya tergantung pada jumlah dan kualitas pewawancara, waktu yang tersedia, mudah atau sulitnya kuesioner yang harus dipelajari dan juga besarnya anggaran yang tersedia. Pada prinsipnya yang perlu diberikan selama masa latihan formal ialah : Penjelasan tujuan penelitian Penjelasan tujuan tugas pewawancara dan menekankan pentingnya peranan pewawancara. Penjelasan tiap nomor pertanyaan dalam kuesioner, baik konsep yang terkandung di dalamnya maupun tujuan pertanyaan tersebut. Diberikan alasan mengapa pertanyaan disusun demikian. Apa tujuan pertanyaan tertentu. Pada hakekatnya pewawancara harus mengetahui dengan tepat maksud semua pertanyaan, supaya dapat mengumpulkan informasi yang tepat dan jelas. Penjelasan cara mencatat jawaban responden. Bila jawaban belum jelas digunakan teknik probing. Penjelasan cara pengisian dan arti dari semua tanda-tanda pengisian kuesioner. Pengertian yang mendalam tentang pedoman wawancara, untuk mengurangi sejauh mungkin kegagalan dalam mendekati responden. Pedoman wawancara mencakup etika, sikap, persiapan dan taktik wawancara. Prosedur wawancara, dari memperkenalkan diri sampai dengan meninggalkan responden. Orientasi tentang masalah apa yang dapat timbul di lapangan dan bagaimana mengatasinya. Latihan wawancara C. RENCANAKAN KUNJUNGAN D. PELAKSANAN KUNJUNGAN OPENING INTERVIEW Adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas jawabannya atau tidak terkait REAL INTERVIEW CLOSING INTERVIEW E. KONSEP WAWANCARA SITUASI WAWNCARA situasi wawancara terbabi menjadi 4,yaitu 1. waktu wawancara harus dicari sedemikina rupa sehingga bagi responden merupakan waktu yang tidak digunakan untuk pekerjaan lain,dan dijaga agar responden tidak menggunakan waktu terlalu lama untuk wawancara 2. tempat untuk wawancara haruslah suatu tempat yang dapat diterima oleh responden dan masyarakat sekelilingnya 3. kehadiran orang lain dalam wawancara dapat menambah komunikasi,dan ada pula yang dapat mengurangi kelancaran komunikasi. 4. sikap masyarakat dalam wawancara ,harus diperhatikan,agar terjalin komunikasi yang baik Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Ilmu Komunikasi: Teori, Pengertian, Macam Dan Jenisnya FAKTOR PEWAWANCARA Faktor pewawancara ada empat yaitu 1.Karakteristik sosial Yaitu faktor yang pentung dalam komunikasi wawancara.penampilan dari pewawancara ,latar belakang dari sosial dari pewawancara , merupkana sifat yang dapat melancarkan atau menghambat komunikasi.ciri-ciri sosial, sikap, kesehatan, latar belakang dari responden juga merupakan sifat-sifat yang mempengaruhi interaksi . 2.Keterampilan melaksanakan wawancara Keterampilan dalam bertanya ataupun gerak- gerik yang mengundang jawaban yang tepat dan lancar sangat diperlukan bagi seorang pewawancara . 3.Motivasi Pewawancara harus mempunyai motivasi yang tinggi serta meras aman dalam melaksanakan wawancara. 4.Rasa aman Pewawancara harus dapat membuat pertanyaan serta situasi sedemikian rupa sehingga responden mempunyai rasa aman. FAKTOR RESPONDEN ISI SCHEDULE KUISIONER Kuisioner adalah alat lain untuk mengumpulkan data atau daftar pertanyaan. Pertanyaaan- pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner tersebut cukup terperinci dan lengkap. jika yang menuliskan ke kuesioner adalah responden,maka daftar pertanyaan tersebut disebut kuesioner. Sedangkan yang vmenulis isiannya adalah pencatat yang membawakan daftar isian dalam suatu tatap muka,daftar pertanyaan tersebut disebut scedule.walaupun nama yang diberikan kepada daftar pertanyaan disebut kuesioner atau schedule tetapi isi dari daftar pertanyaan tersebut sama saja sifatnya. kuesioner atau schedule tidak lain adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis yang berhubungan dengan masalah penelitian,dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawanban yang mempunyai makana dalam menguji hipotesis. Ciri – Ciri Wawancara WAWANCARA PERSONAL Wawancara personal adalah wawancara pribadi misalnya seseorang tokoh penting didatangi secara khusus untuk mendapatkan pendapat atau informasi tentang sesuatu yang perlu dijelaskan secara panjang lebar. Untuk wawancara model ini,wartawan perlu mempersiapkan gambaran masalah dan butir pertanyaannya. Ini penting untuk mendapat informasi dan pendapat yang diinginkan. Dan dengan persiapan itu wartawan dapat mengendalikan pembicaraan sehingga tidak menyimpang kemana-mana. A. DOOR TO DOOR B. MAIL INTERCEPT INTERVIEWS WAWANCARA TELEPON Wawancara telepon adalah wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon. Lazim digunakan dalam keadaan mendesak. Pada wawancara via telepon wartawan tidak menangkap suasana orang yang diwawancarai. BENTUK A. WAWANCARA TERSTRUKTUR Wawancara terstruktur adalah wawancara yang sebagian besar jenis-jenis pertanyaannya telah ditentukan sebelumnya termasuk urutan yang ditanya dan materi pertanyaannya. Dalam wawancara terstruktur pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberikan jawaban kepada beberapa alternative saja.Jawaban yang paling mudah terhadap pertanyaan terstruktur adalah “ya” atau “tidak”.Beberapa contoh dari pertanyaan terstruktur adalah: a.Apakah anda mempunyai mobil dinas? -ya -tidak b.Apakah anda setuju dengan recana kenaikan harga BBM? -ya -tidak Adakalanya pertanyaan sudah terstruktur dengan sendirinya,karena jawaban yang dapat diberikan kepada pada pertanyaan tersebut hanya satu saja.misalanya”Berapakah umur anda pada hari ulang tahun anda yang terakhir?” —- tahun Namun adakalanya juga pertanyaan tidak dapat dibuat berstruktur karena kita tidak mengetahui jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut.dalam hal ini maka pertanyaan dibuat menjadi semi terstruktur,dimana di bawah alternative-alternatif jawaban ditambahkan “lain-lain” Contoh: a.menngapa anda tidak mengikuti program BIMAS? -Tidak mengetahui ada program BIMAS di desa ini -takut mengambil resiko -tidak dibenarkan oleh tuan tanah -alasan lain-lain …………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Wawancara terstruktur ada baiknya ada pula buruknya,kebaiaknyya adalah: a.wawancara terstruktur mudah dianalisa b.jawaban yang diberikan akan lebih mendapat gambaran yang lebih jelas dari pertanyaan yang diajukan c.responden sendiri memberikan penilaian sendiri terhadap jawaban yang harus diberikan disamping kebaikan maka petanyaan tersttuktur mempunyai kelemahan sebagai berikut: a.mendorong responden membertikan jawaban ,padahal responden tidak tahu akan masalah tersebut b.jawaban dapat menimbulkan bias(ambigu/pengertian ganda),karena jawaban yang diinginkan tidak termasuk dalam alternative-alternatif penelitian c.menutup kemungkinan ada jawaban lain yang lebih relevan yang tidak dipikirkan oleh si pembuat peneliti Wawancara terstruktur hanya baik dibuat untuk mengetahui hal-hal yang mempunyai sedikit alternative jawaban Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Humas ( Hubungan Masyarakat )” Pengertian & ( Tugas – Tujuan – Prinsip – Fungsi – Manfaat ) B. WAWANCARA TAK TERSTRUKTUR Wawancara tak terstruktur adalah wawancara yang tidak secara ketat telah ditentukan sebelumnya mengenai jenis-jenis pertanyaan, urutan, dan materi pertanyaannya. Wawancara tak terstruktur atau disebut juga dengan pertanyaan terbuka berarti juga pertanyaan yang dibuat sedemiakian rupa dan jawabannya serta cara pengungkapannya dapat bermacam-macam.Bentuk wawancara tertruktur jarang digunakan dalam kuesioner,tetapi banyak digunakan dalam inter guide.Responden mempunyai kebebasan dalam menjawab pertanyaan terbuka

Selasa, 08 September 2020

Membuat Poster; Pengertian, Ciri, Tujuan dan Cara Membuat

Hampir setiap tingkatan kelas ada pembahasan sampai praktek oleh peseta didik membuat poster. Tulisan ini akan membahas apa itu poster sampai cara membuat poster, sebagai bahan pemahaman guru dalam bidang kompetensi profesionalnya dan bahan belajar peserta didik.


Pengertian Poster

Sederhananya poster adalah pensugesti berupa gambar dengan tulisan untuk melakukan kegiatan yang dikehendaki. Selebihnya, poster yang juga disebut “plakat” adalah merupakan karya seni atau juga desain grafis komposisi gambar dan huruf di atas kertas, ada yang berukuran besar atau kecil. Aplikasinya dengan ditempel kan pada dinding atau permukaan datar lainnya tujuannya mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karenanya poster sebaiknya dibuat dengan warna-warna menonjol, kontras dan kuat.

Seiring kemajuan tekhnologi, poster sekarang tidak hanya diatas kertas tapi bisa berupa file gambar yang pengamplikasiannya disebar dimedia-media sosial. Hal ini dipandang media sosial merupakan tempat umum yang strategis agar banyak orang mengetahuinya.

Ciri-Ciri dan Syarat Poster

Ciri-ciri Poster pada umumnya adalah sebagai berikut;

  1. Memuat komposisi yang terdiri dari gambar dan huruf di atas media kertas atau kain yang berukuran besar.
  2. Dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.
  3. Menggunakan bahasa yang singkat, jelas, tidak rancu agar mudah dipahami.
  4. Pengaplikasiannya ditempel pada dinding atau permukaan datar lainnya pada tempat umum yang membidik perhatian publik semaksimal mungkin.
  5. Poster dapat dibaca secara sambil lalu.

Sedangkan syarat poster bisa diuraikan sebagai berikut;

  1. Gambar dibuat mencolok dan sesuai dengan ide yang akan dikomunikasikan.
  2. Gambar dikombinasikan dengan tulisan.
  3. Poster harus mampu menarik minat khalayak.
  4. Poster menggunakan bahasa yang mudah dipahami, singkat, padat, jelas dan berisi.
  5. Jenis font dan ukuran mudah dibaca.
  6. Media poster harus mempergunakan bahan yang tidak mudah rusak atau sobek.
  7. Ukuran poster disesuaikan dengan tempat pemasangan serta target pembaca.

Tujuan Poster

Membuat poster bertujuan adalah untuk memberitahukan, menghimbau, mengingatkan dan mengarahkan pembaca atau penglihat ke arah tindakan tertentu. Arah tindakan itu bisa berupa ajakan atau larangan, contohnya supaya masyarakat peduli dengan tanaman atau supaya orang-orang jangan membuang sampah disungai.

Agar tujuan dari poster itu tercapai dengan optimal maka poster itu harus menjadi pusat perhatian dan diletakkan dkhalayak ramai dan strategis. Biasanya dipasang ditempat umum, seperti mall, pasar, kantor, sekolah, taman dan lain-lain.

Jenis Poster

Jenis poster bisa dibagi menjadi 2 bagian, jenis poster berdasarkan isinya dan jenis poster berdasarkan tujuan.

Jenis poster berdasarkan isinya:

  1. Poster Pendidikan adalah berisikan tentang pendidikan.
  2. Poster Layanan Masyarakat adalah poster yang berisikan pelayanan masyarakat, bisa berhubungan dengan kesejahteraan atau kesehatan masyarakat.
  3. Poster Niaga adalah poster yang berisikan urusan perniagaan atau perdagangan untuk menawarkan suatu barang atau jasa.
  4. Poster Kegiatan adalah poster yang berisi ajakan atau larangan tentang suatu kegiatan, seperti kegiatan gerak jalan, senam pagi, dll.

Jenis Poster berdasarkan tujuannya :

  1. Poster Propaganda adalah poster yang bertujuan sebagai penyemangat perjuangan atau usaha seseorang untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi lingkungan atau kehidupan.
  2. Poster Komersial adalah poster yang bertujuan untuk mempromosikan sesuatu, seperti halnya poster niaga.
  3. Poster Kampanye adalah poster yang bertujuan untuk memperoleh suara atau setidaknya mencari simpati masyarakat pada saat pemilihan umum.
  4. Poster ‘Wanted’ atau “Dicari“ adalah poster yang bertujuan mencari pekerja disuatu perusahaan atau tempat usaha dan bisa juga mencari orang hilang.
  5. Poster Afirmasi adalah posteryang bertujuan memotivasi pembacanya, berupa tentang kepemimpinan, dan lain-lain.
  6. Poster Riset adalah poster yang bertujuan mempromosikan kegiatan riset untuk mengundang para pelaku akademik agar ikut mengapresiasikan kegiatan tersebut.
  7. Poster Kelas adalah poster yang berada didalam kelas pelajar yang bertujuan untuk memotivasi pelajar, adapun juga poster tata tertib kelas.

Cara Membuat Poster yang Menarik

Semakin kreatif seseorang maka akan membuat sebuah karya yang menarik, begitu juga dengan membuat poster. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat poster, selebihnya adalah kreatifitas si pembuat.

Menentukan topik dan tujuan.

Sebelum poster, tentukan apa yang ingin disampaikan dalam poster. Misalnya, ajakan untuk menghemat air. Maka topiknya harus berhubungan dengan penghematan air. Jangan sampai poster yang dibuat melenceng dari topik dan tujuan.

Komposisi Poster

Supaya poster dapat semaksimal mungkin mencapai tujuannya, maka komposisi poster antara gambar dan tulisan harus sesuai. Maka kita harus mencari tahu dan mengenal lebih banyak mengenai layout, gambar dan kata-kata yang singkat, jelas, padat, berisi dan tepat sasaran. Antara gambar dan tulisan kedua-duanya sedapat mungkin mensugesti orang yang melihat poster tersebut.

Bahan, Media dan Ukuran

Bahan, media dan ukuran disesuaikan dengan tempat kemana poster itu diaplikasikan. Apabila dibawah panas terik matahari dan terkena hujan makan bahan dan media haruslah yang tahan terhadap kondisi tersebut.


Sumber :  https://dasarguru.com/membuat-poster/

Cara Menemukan Gagasan Pokok dan Pendukung

Pengertian Gagasan Pokok / Gagasan Utama / Ide Pokok Gagasan pokok adalah ide atau hasil pemikiran utama dalam sebuah paragraf. Karena parag...